Jumat, 14 Oktober 2016

Mengapa Belajar Filsafat?



Filsafat ternyata mengajarkan kita untuk bertanya terlebih dahulu sebelum sampai di wilayah filsafat itu sendiri. Kalau kita sudah membuat satu pertanyaan penting dalam hidup kita, maka kita akan berjalan menuju wilayah filsafat dengan pasti. Jadi, sudahkah Anda membuat pertanyaan itu? 

Misalnya begini. Apakah yang dinamakan blog itu? Secara sederhana tentu kita dapat menjawab bahwa blog adalah “satu tempat di mana kita dapat berekspresi secara bebas di dunia digital”. Atau, mungkin Anda punya jawaban ini, blog adalah “diari elektronik”.   

Nah, dari pertanyaan sederhana tentang blog saja, kita sudah mendapat dua jawaban yang berbeda. Jawaban pertama sepertinya terlalu formal, dan jawaban yang kedua lebih mudah kita ingat. Ini sudah menimbulkan sedikit masalah sebenarnya, karena kita mungkin bingung untuk memilih jawaban yang pertama apa jawaban kedua. Atau, malah Anda punya jawaban lain?  

Bertambahnya jawaban, walaupun hanya satu, menandakan bahwa pikiran yang bingung mulai berkembang untuk mengatasi masalah tersebut. Ada jawaban A, B, hingga Z mungkin. Oleh karenanya, dibutuhkan kemauan dan kesanggupan kita untuk mengatasi masalah tersebut. Dalam konteks ini, filsafat sebenarnya membantu kita untuk menata persoalan. Dalam kasus di atas, kalau kita memiliki jawaban lain yang mengatakan bahwa blog itu adalah “cara baru untuk bertegur sapa”, kenapa tidak kita coba aja membandingkannya dengan jawaban di atas. 

A :  Blog adalah “satu tempat di mana kita dapat berekspresi secara bebas di dunia digital”.
B :  Blog adalah “diari elektronik”.
C :  Blog adalah “cara baru untuk bertegur sapa”. 

Tiga pengertian di atas kalau diambil benang merahnya akan terdiri dari beberapa istilah penting, yaitu: “tempat”, “ekspresi”, “bebas”, “dunia digital”, “diari”, “elektronik”, “cara”, dan “tegur sapa”. Istilah-istilah ini bisa dirangkai lagi menjadi pengertian baru menjadi:

Blog adalah “cara berekspresi di dunia digital atau diari yang kita buat secara elektronik dan menjadi tempat untuk bertegur sapa dengan bebas”. 

Berdasarkan definisi di atas, maka muncul jawaban baru yang merangkum semua jawaban. Inilah gambaran sederhana bagaimana berfilsafat. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, filsafat itu adalah “cara untuk memahami sesuatu”. Itu sudah diterapkan pada langkah-langkah kita untuk mensarikan jawaban baru untuk pengertian blog dari tiga jawaban sebelumnya.  

Jadi, inilah salah satu alasan kenapa seseorang belajar filsafat, yaitu butuh satu cara untuk lebih memahami masalah-masalahnya; memahami keluarga, saudara, kerabat, sahabat, teman, kolega, orang asing, dan macammacam orang yang sejenis dengan “manusia”, juga yang terpenting memahami tujuan hidupnya sendiri.  

Pada tingkat yang lebih jauh, dengan belajar filsafat atau tepatnya belajar memahami secara lebih baik, seseorang tidak akan menjadi egois alias mengaku yang paling benar. Kalau ada seseorang yang suka menyalahkan orang, berarti dia belum belajar filsafat. Dia hanya “belajar teori filsafat”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar